Selasa, 01 Januari 2013

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)


Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.

Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia Tun Hussein Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin bagi bahasa Melayu ("Rumi" dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) dan bahasa Indonesia. Di Malaysia, ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).

Selanjutnya pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan buku "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 Nomor 0196/U/1975 memberlakukan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dan "Pedoman Umum Pembentukan Istilah".


Macam-macam tanda baca dan fungsinya

1. Tanda titik (.)
    Fungsi dan pemakaian tanda titik:
Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Pada akhir singkatan nama orang.
Diletakan pada akhir sinGkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan.
Pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum.
Dibelakang angka tau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar, dll.

Contoh Kalimat Tanda titik (.): 
Jenis kelamin saya adalah laki-laki.
Kresno Setyoputro, S.Kom.
1. Bahasa Indonesia  
1.1 Arti Bahasa Indonesia
1.2 Fungsi Bahasa Indonesia

2. Tanda Koma (,)
    Fungsi dan pemakaian tanda koma antara lain:
Memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilang.
Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat.
Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat, dll.

Contoh Kalimat Tanda Koma (,) :
Saya sudah mengerjakan tugas graph, pencitraan komputer, dan akuntansi dengan baik.
Karena sibuk, aku lupa mengingatkan bebeh untuk makan.

 3. Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaa, atau rasa emosi yang kuat.

Contoh Kalimat Tanda Seru (!):
Buka jendelanya sekarang juga!
Dilarang merokok!

4. Tanda Titik Koma (;)
    Fungsi dan pemakaian titik koma adalah:
Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara.
Memisahkan kalimat yang setara didalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.

Contoh Kalimat Tanda Titik Koma (;):
Malam semakin larut; pekerjaan bebeh belum selesai juga.
Saya mengerjakan tugas; Kamu bermain game; Dia memasak di dapur.

5. Tanda Titik Dua (:)
    Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai berikut
Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam percakapan.
Di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman. antara bab dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan.

Contoh Kalimat Tanda Titik Dua (:):
Ketua : Kresno Setyoputro 
          Wakil Ketua : Kresno Setyoputro
OOO : "Nenek-nenek pakai piyama”
          XXX : "Apaan tuh?”
          OOO : “Lama.”

6. Tanda Hubung (-)
    Tanda hubung dipakai dalam hal-hal seperti berikut:
Menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris.
Menyambung unsur-unsur kata ulang.
Menyambung huruf dari kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.

 Contoh Kalimat Tanda Hubung (-) :
Tanggal lahir saya adalah 16-03-1993.
Dia adalah orang tercepat se-Indonesia.
Masing-masing peserta wajib membawa senter.

7. Tanda Elipsis (...)
    Tanda elipsis dipergunakan untuk menyatakan hal-hal seperti berikut:
Mengambarkan kalimat yang terputus-putus.
Menunjukan bahwa satu petikan ada bagian yang dihilangkan.

Contoh Kalimat Tanda Elipsis (...) :
Tunggu apa lagi...ya, ayo kita pergi.
Tapi...

8. Tanda Tanya (?)
Tanda tanya dipergunakan untuk hal-hal berikut ini:
Tanda tanya selalunya dipakai pada setiap akhir kalimat tanya.
Tanda tanya yang dipakai dan diletakan didalam tanda kurung menyatakan bahwa kalimat yang dimaksud disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

Contoh Kalimat Tanda Tanya (?):
Apa warna baju saya saat ini?
Kapan saya dilahirkan?

9. Tanda Kurung ( )
Tanda kurung dipakai dalam ha-hal berikut:
Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan.
Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan.

Contoh Kalimat Tanda Kurung ( ) :
Saya kuliah di UG (Universitas Gunadarma)
.
10. Tanda Kurung Siku ( [..] )
Tanda kurung siku digunakan untuk:
Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain.
Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.

Contoh Kalimat Tanda Kurung Siku ( [..] ):
Kalimat kedua ini (perbedaannya ada di dalam Bab I [lihat halaman 40––52]) perlu dibentangkan di sini.

11. Tanda Petik ("...")
Fungsi tanda petik adalah:
Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lain.
Mengapit judul syair, karangan, bab buku apabila dipakai dalam kalimat.
Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal.

Contoh Kalimat Tanda Petik ("..."):
Karena kelakuannya yang selalu merugikan, maka ia mendapat julukan “Parasit”.
Novel "Jomblo" itu menginspirasikan para jomblo agar tetap semangat.

12. Tanda Petik Tunggal ('..')
Tanda Petik tunggal mempunyai fungsi:
Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing.

Contoh Kalimat Tanda Petik Tunggal ('..'):
Never berarti ‘tidak pernah’.

13. Tanda Garis Miring (/)
Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat.
Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per atau nomor alamat.

Contoh Kalimat Tanda Garis Miring (/):
Nama : Kresno Setyoputro
Saya adalah mahasiswa angkatan 2010/2011.

14. Tanda Penyingkat (Apostrof) (')
Tanda Apostrof menunjukan penghilangan bagian kata.

Contoh Kalimat Tanda Penyingkat (Apostrof) ('):
16 Maret '93 (maksudnya '93 = 1993).
Semua ‘kan kuberikan kepadamu (maksudnya 'kan = akan).


sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar